Home » Doorstoot naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer by Julius Pour
Doorstoot naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer Julius Pour

Doorstoot naar Djokja: Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer

Julius Pour

Published
ISBN :
Paperback
437 pages
Enter the sum

 About the Book 

Tepat hari Minggu, 19 Desember pukul 00:00 serdadu-serdadu Belanda melancarkan operasi Burung Gagak (Kraai) ke ibukota RI (Republik Indonesia) di Yogyakarta. Dikenal sebagai Doorstoot naar Djokja, serangan kilat darat-udara ini diharapkan dapatMoreTepat hari Minggu, 19 Desember pukul 00:00 serdadu-serdadu Belanda melancarkan operasi Burung Gagak (Kraai) ke ibukota RI (Republik Indonesia) di Yogyakarta. Dikenal sebagai Doorstoot naar Djokja, serangan kilat darat-udara ini diharapkan dapat menghancurkan kekuatan militer dan politik RI sekali dan selamanya.Sementara pasukan lintas-udara KST (Korps Speciale Troepen) mendarat di Maguwo, terjadi perpecahan hebat di kalangan pemangku kekuasaan RI di Yogyakarta. Para pejabat militer bersikeras melawan serangan Belanda dengan perang gerilya. Sebaliknya, pejabat sipil bertekad membalas serangan melalui perang kata di jalur diplomasi.Sementara perdebatan strategi perang RI memanas, pasukan khusus Belanda dari kesatuan Baret Hijau telah merangsek ke pusat kota dalam hitungan jam. Para pemimpin RI harus memutuskan bentuk perjuangan di bawah hujan mortir dan peluru Belanda. Keputusan mereka kelak tidak saja menentukan nasib RI, namun juga hubungan sipil-militer di Republik Indonesia.Dirman, engkau seorang prajurit. Tempatmu di medan perang bersama pasukanmu. Tempatmu bukan tempat pelarianku. Aku harus tinggal di sini, dan mungkin bisa berunding untuk kita, serta memimpin rakyat kita.”(Sukarno, an Autobiography)